Sunday, September 27, 2009

sejenak

Layang-layang bertali benang
Putus benang di sembung belati

Jadi untuk apa rindu ini
Jika sayapnya tidak bisa terbang jauh

Adakah desir angin padang
Mendengar keluhan hatiku?

Jantungku terus membeku
Lidahku terus membisu

Sebutir cintaku yang hilang
Sedihnya tertambak di dada

Kelip-kelip kusangka api
Kalau api mana sumbunya?

Kalau ungu warna pilu
Cinta tentu biru warnanya.

Kalau biru warnanya cinta
Rindu apa pula warnanya

Ingin sekali aku menyambut pagi
Dengan membuang seluruh sepi

Telah aku ciptakan sebuah puisi
Namun kau tetap tidak mengerti

Depan kelabu dan pedih memilu
Waktu-waktu bukan lagi temanku

Mengapa untuk mengagungkan cinta
Selalu harus diebus dengan duka lara

Dingin malam membungkus rindu
Hangat siang menebar resah

Menunggu hujan berhenti
Berharap badai segera usai

Ku terlena dalam pelukan angin
Ku dakap sukmamu dalam mimpi

Kubertanya kepada mu
"Mimpi, indahkah kau malam tadi?"

Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa

Kalau benci puan memandang
Keratlah saya dengan pedang!

Berjalan melintasi gelap malam
Berlari mengharung dingin pagi

Bercerita tentang sepasang burung
Yang berpacaran di atas bibir kali

Rindu itu tetap bergayut di dada
Resah itu tetap melekat di hati

Sinar di matamu senyum di bibirmu
Melakar seribu rasa

Menunggumatahari bangun dari tidur
Menanti rembulan mewarnai malam

Anak-anak angsa putih berlari
Menyapa dengan warna jernih

Kaki-kaki burung berdansa
Putik-putik kembang menyanyi

Yang terucap dalam bahasa terindah:
"aku sayang kamu…"

Menyeberanngi laut menjelajahi awan
Menembusi langit dan bintang-bintang

Kalau cinta itu ada sayapnya
Singgahlah di pinggir hatiku

Tuangkan rasa cinta itu
Tuangkan sejujur-jujurnya

Cinta yang selembut awan
Manis tersimpan dalam hati

Bulan bagaikan malu-malu
Mengintai bintang di sebalik awan

Bagaikan angin dingin
Cinta jua sejuk tak berwarna

Kalau takut luka di tangan
Jangan memetik bunga di tangan

Dalam kelam mata ini
Duka ku panas terbakar

Lembutnya bagai sutera
Bersinar bak mutiara

Terpedaya kerana rindu sendu
Cinta lara jadi tangisan hati


1 comment:

miss asilah said...

perhhhh jiwang siyott ngahngahngah